Laskar Bisnis

LightBlog

Jumat, 15 September 2017


Perjalanan nasib seseorang memang tidak ada yang tahu sebelumnya. Setidaknya, keyakinan dan usaha untuk mengubah nasib menyediakan seribu kemungkinan – yang boleh jadi tidak pernah kita bayangkan. Tapi kuasa Allah menjadikan semua hal mungkin. Semua orang berpotensi gagal, tapi juga berpotensi sukses dalam hidupnya. Eka Lesmana, seorang blogger yang berpenghasilan puluhan – ratusan juta perbulan, mungkin di masa-masa sulit hidupnya, tak menyangka bisa meraih kesuksesan seperti sekarang. Yang ia lakukan adalah berusaha dan berusaha dengan full keyakinan akan sukses. Ngeblog, ngeblog, ngeblog dan ngeblog, sambil terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuhan, itu yang ia lakukan. Selalu berusaha menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Ketika kesuksesan tiba, ia tak pelit berbagi ilmu.

Ketika masih kecil Eka Lesmana termasuk anak yang sudah hidup prihatin. Ia hidup bersama kakek neneknya. Pada waktu kelas 4 SD, ibu tercintanya meninggal dunia. Ayahnya menikah lagi dua tahun kemudian dengan seorang wanita. Itu pun tak membuat hidup Eka membaik. Ayahnya malah tidak diketahui keberadaannya. (Mirip kisah hidup saya, gan. Ayah saya meninggalkan rumah ketika saya berumur 2 tahun, sehingga sampai saat ini saya tak tahu gimana raut wajah ayah saya. Bedanya saya masih mempunyai ibu yang sangat bertanggungjawab, banting tulang menghidupi saya, dan tak pernah menikah lagi – Ena Rs).

Karena kekurangan biaya, pendidikan Eka Lesmana cuma sampai tamat SMP. Itu pun dilakukannya dengan susah payah. Setelah lulus SMP, ia kerja serabutan, apa saja asal jadi uang untuk menghidupi dirinya dan meringankan beban kakek-neneknya yang memang hidupnya pun susah. Ia pernah ikut angon bebek milik pamannya, tapi itu pun tak berlangsung lama karena bebeknya sering hilang.

Setelah gagal angon bebek (hehe), Eka Lesmana diajak bibinya bekerja di Solo. Kerja di pabrik dan pekerjaan lainnya, serabutan yang penting halal. Nah, satu saat ia diajak mandornya pindah kerja ke Jogja karena ia dianggap bagus kerjanya. Maka, goodby Solo, Eka Lesmana menuju Jogja. Gajinya di tempat kerja dinaikan menjadi 1,3 juta.

Di Jogja inilah Eka Lesmana mulai berkenalan dengan dunia IM (Internet Marketing). Berawal dari percakapannya dengan seorang pelanggan tempat ia bekerja. Pelanggannya yang wanita itu sering belanja dengan jumlah yang banyak.

Seperti ditulis oleh Eka Lesmana sendiri di Komunitas Publisher Indonesia, beginilah percakapannya:

Ane (Eka Lesmana) : “Punya toko sendiri ya, mbak….?”
Mbaknya (Si Pelanggan) : “Ya iya mas, tapi kecil-kecilan, kok…”
Ane : “Belinya banyak gitu, pasti toko gede, mbak?”
Mbaknya : “Saya jualan online, kok, mas… jadi lumayan banyak yang beli, dari luar pulau malah yang banyak..”
Ane : “Pake facebook itu ya Mbak? (Pasti nanyanya dengan tampang culun, hehe – +author)
Mbaknya : “Facebook iya, tapi masih di mayoritas pake website mas…”
Ane : “Website itu apa to mbak..?” (Aduh tambah culun saja – +author)
Mbaknya : “Ya, kaya toko gini mas, tapi toko online, coba masnya browsing-browsing, cari tahu tentang apa itu website atau apa itu toko online..”
Ane : “Ok, ok, dech mbak, carinya di google itu yah?” (Lha iya, masa cari website di sungai, hehe – +author).
Mbaknya : “Iya, Mas…”

Eka Lesmana Mulai Belajar IM

Itu percakapan bersejarah bagi Eka Lesmana. Pikirannya bertanya, “kok bisa yah, jualan produk lewat online. Apa ane juga bisa kaya Mbaknya, lha wong apa-apa ga mudeng blass.” .Tertarik dengan Si Mbak yang belanja barang banyak untuk dijual secara online, ia mulai menyambangi warnet. Belajar tentang membuat toko online.

Tiap hari Eka Lesmana ke warnet. Hampir 3 bulan ia habiskan waktunya 3-4 jam/hari di warnet, belajar
membuat toko online. Setelah mengumpulkan modal ia membeli laptop merek BYON. Setelah dengan susah payah karena keterbatasan pengetahuan dan tak ada yang membimbing, akhirnya ia bisa membuat toko online. Seneng, tapi tak ada visitor yang membuka websitenya. Ia kemudian dengan tekun belajar kembali bagaimana caranya mendatangkan visitor. Bulan ke-5 toko onlinenya mulai ada pembeli.

Ketika toko onlinenya mulai mendatangkan hasil, ia merasakan kejenuhan dan mulai melirik bisnis online yang lain, tapi banyak tertipunya.Tapi tak dijadikan putus asa, justru hal itu dijadikan pembelajaran yang berharga di dunia internet.

Mulai Mengenal Google Adsene

Ada seorang pelanggan yang datang ke tempat kerjanya. Sayang Eka Lesmana tak menyebutkan siapa-siapanya. Hanya ia merasa orang itu sebagai guru adsense-nya. Dari orang itu ia tahu bahwa dari google adsense bisa menghasilkan uang sampai puluhan juta

Mulailah Eka Lesmana belajar Google Adsense (GA). Berbagai kendala tak membuatnya patah semangat. Pelan tapi pasti ia mulai menguasai google adsense. Toko onlinenya ia jual pada orang lain. Ia menemukan gaya dan strategi yang sederhana tapi jitu dalam GA. Penghasilan awalnya ia mendapatkan 100-200 dollar perbulan. Lumayan

Suatu hari ia bertemu lagi dengan orang yang mengenalkannya pada dunia GA. Ternyata sang guru tersebut memiliki penghasilan dari GA 10.000 dollar perbulan. Eka Lesmana langsung terlecut semangatnya. Ia Full time menjadi blogger.

Ketekunan dan fokus selalu mendatangkan hasil yang sebanding. Kini, setelah proses panjang belajar toko online, GA, pernah tertipu, akhirnya ia berpenghasilan ratusan juta rupiah dari GA. Ia jadi jutawan adsense.

Yang harus menjadi catatan ita adalah Eka Lesmana hanya lulusan SMP. Karena ketekunan ia bisa sukses seperti sekarang ini. Kita yang pendidikannya lebih tinggi dari Eka Lesmana seharusnya merasa malu dan termotivasi untuk sukses seperti dia.

Semoga kisah ini menginspirasi semua. Dari dunia blogger pun bisa sukses dan hidup layak. Semoga kita belajar dari Kisah Sukses Blogger Eka Lesmana.

Kamis, 14 September 2017

Seorang penulis, Thomas Corley mengadakan penelitian tentang kebiasaan sehari-hari dari orang kaya dan orang miskin. Berdasarkan 233 responden dari orang kaya dan 128 dari orang miskin, ia akhirnya menemukan 6 kebiasaan orang sukses yang dilakukan setiap hari. Jadi, jika kamu mau sukses, ayo simak dan tiru kebiasaan ini.



1. Bangun 3 Jam Sebelum Jam Kerja

Saat hari masih sangat pagi, orang sukses sudah bangun dan mulai bersiap-siap untuk menyambut hari baru. Berdasarkan penelitian, 44% orang sukses bangun 3 jam sebelum jam kerja dimulai. Hal ini dilakukan agar mereka dapat memiliki cukup waktu untuk bersiap-siap dan menenangkan diri sehingga dapat memulai kerja dengan kondisi yang tenang. Selain itu dengan bangun lebih pagi, kesempatan yang bisa mereka dapatkan lebih banyak karena waktunya juga lebih banyak.

2. Memiliki Target Harian
Orang yang sukses tidak memikirkan berapa lama ia harus bekerja hari ini, atau memikirkan kapan liburan tiba. Setiap harinya, sebelum hari dimulai, orang sukses sudah banyak berpikir tentang bagaimana cara membuat harinya produktif atau bagaimana cara menyelesaikan semua pekerjaan yang menantinya hari ini. Semua hal yang harus dilakukannya hari ini sudah diatur dengan jelas pada hari sebelumnya, jadi mereka tinggal menyesuaikan saja.

3. Tidak Pernah Berhenti Belajar

Ciri-ciri orang sukses yang paling terlihat adalah keinginannya untuk selalu belajar. Belajar disini tidak dalam bentuk sekolah, tetapi proses pembelajaran bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Hal baru selalu tersedia di segala tempat, itulah yang mendorong orang sukses untuk terus belajar.

Semakin sering kamu belajar, maka kamu akan semakin pintar dan wawasan semakin luas. Dengan memiliki wawasan yang luas, kamu bisa berkomunikasi dan melakukan banyak hal loh. Jadi saat kesempatan itu datang, kamu bisa segera mengambilnya karena kamu memiliki wawasan tentang hal itu.

4. Menambah Jaringan Pertemanan
Kebiasaan yang satu ini seringkali dianggap tidak penting dan hanya membuang waktu saja, namun sebenarnya dengan menambah jaringan pertemanan, maka kesempatan untuk meraih sukses semakin besar. Kebanyakan orang cenderung melakukan bisnis dengan orang yang dipercaya. Dengan membangun relasi yang baik dengan orang lain, maka tingkat kepercayaan orang terhadap kamu akan semakin tinggi, jadi kemungkinan kamu untuk sukses semakin besar. Hal inilah yang dilakukan oleh para orang sukses. Mereka mau meluangkan waktu mereka untuk menambah dan menjaga relasi baik dengan orang lain karena mereka paham tentang betapa besarnya pengaruh teman dalam kesuksesan.

5. Bergaya Hidup Sehat

Kesehatan memiliki dampak yang secara tidak langsung berpengaruh pada kesuksesan. Dengan tubuh yang sehat, maka pikiran lebih tenang sehingga banyak ide yang bisa membuat kamu mampu meraih kesuksesanmu. Selain itu dengan menjalani gaya hidup yang sehat, kamu akan lebih jarang sakit, sehingga kamu bisa lebih produktif dalam bekerja. Orang yang sukses akan pergi berolahraga setelah pulang kerja. Mereka akan pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga dan juga menambah jaringan pertemanan.

6. Lebih Banyak Membaca Daripada Nonton TV
Proses pembelajaran yang paling populer adalah dengan membaca, karena saat membaca, otak mengulang apa yang kita baca sehingga informasi akan lebih mudah diingat. Tidak heran bahwa mambaca menjadi salah satu cara untuk menambah wawasanmu. Sebenarnya dengan menonton TV, kamu juga bisa mempelajari sesuatu, tetapi orang cenderung mencari tontonan yang berupa hiburan dan TV sering menayangkan program yang tidak mendidik sehingga menonton TV malah membuang waktumu.

Kamis, 26 Maret 2015




KEWIRAUSAHAAN
Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan yaitu :
·      Sikap Mental
Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah orang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang jahat dan culas. Orang baik budi merupakan kader pembangunan bangsa, sedangkan orang jahat akan menjadi beban masyarakat dari bangsa itu sendiri.
Tentu kita tidak ingin melihat bahwa banyak kejahatan dan keculasan merajalela di negeri ini. Itu sebabnya pembinaan sikap mental menjadi unsur penting dalam dunia kewirausahaan sekaligus dalam kehidupan. Selain menghadirkan sifat-sifat baik alamiah seperti kejujuran dan ketulusan, sikap mental mencakup juga segi-segi positif dalam motivasi dan proaktivitas.
v  Saran-saran berikut akan membantu wirausahawan untuk mengembangkan sikap mental yang baik :
. Para wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menemukan kepuasan dalam pekerjaan dan bangga akan prestasinya. Tunjukan sikap mental yang positif terhadap    pekerjaan wirausahawan, karena sikap inilah yang akan ikut menentukan keberhasilan wirausahawan.
. Otak wirausahawan merupakan alat yang berdaya luar biasa. Menyediakan waktu beberapa saat setiap hari untuk renungan pikiran wirausahawan yang akan memungkinkan wirausahawan terarah pada kegiatan-kegiatan yang berarti.
. Kebanyakan orang membatasi pikiran-pikirannya pada problem-problem dan kegiatan- kegiatan sehari-hari. Gunakanlah imajinasi wirausahawan untuk meluaskan pikiran-pikiran wirausahawan dan cobalah berpikir yang besar-besar. Orang-orang yang dapat melihat gambaran besar adalah orang yang bersifat wirausaha dan merupakan calon-calon pemimpin bisnis maupun masyarakat.
. Rasa humor ikut mengembangkan sikap mental yang sehat. Terlalu serius dapat merugikan pekerjaan wirausahawan dan tidak sehat. Menunjukan rasa humor berpengaruh terhadap orang lain dengan jalan menyebarkan optimisme dan suasana yang santai.
. Pikiran wirausahawan haruslah terorganisasi dengan baik sekali dan mampu memfokuskan pada pelbagai problem. Wirausahawan haruslah mampu memindahkan perhatian wirausahawan dari satu problem ke problem lain dengan upaya yang minim.
·      Kepemimpinan.
Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana wirausahawan ingin diperlakukan”. Berusaha membangkitkan suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro.
Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol, dan sangat khas. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha. Mereka “tampil beda”.
Salah satu contoh : adalah Kim Woo Chong, seorang Wirausahawan terkemuka di Korea, pendiri kelompok Daewoo. Kim tidak pernah terpengaruh oleh sepak terjang pengusaha-pengusaha lain dan ikut-ikutan mengejar trend bisnis yang ramai-ramai dilakukan orang.
Pada saat para pengusaha lain berlomba-lomba mencari pasar di Amerika dan Eropa, ia secara mengejutkan justru menerobos negara-negara tirai besi, seperti Rusia dan sekutu-sekutunya. Lebih mencengangkan lagi ia juga merangkul negara-negara yang sejauh ini sangat ditakuti dan diharamkan oleh negara-negara penganut kapitalisme seperti Libia dan Iran. Akan tetapi kenyataan membuktikan bahwa Kim benar. Dengan keputusannya itu ia, dan Daewoo berkembang menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia serta diperhitungkan dimana-mana termasuk Amerika dan Eropa.
a.    Perilaku Pemimpin
v  Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :
. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran, merencanakan dan mencapai sasaran.
. Berorientasi pada orang, yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi.
v  Orientasi Tugas Seorang pemimpin dengan orientasi demikian cenderung menunjukan perilaku :
. Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan stafnya.
. Menentukan tujuan-tujuan yang sukar tapi dapat dicapai.
. Melaksanakan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan,          membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan.
. Berminat mencapai peningkatkan produktivitas. Orientasi Orang
v  Orang-orang yang kuat dalam orientasi orang cenderung akan menunjukan perilaku sebagai berikut :
. Menunjukan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan, jika timbul.
. Menunjukan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja.
. Menunjukan pengertian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan dan keinginan-keinginan, perasaan dan ide-ide karyawan.
. Mendirikan komunikasi timbal balik dengan staf.
. Menerapkan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan.
. Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif.
. Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi.


b. Tindakan Kepemimpinan
Saran-saran berikut akan dapat membantu wirausahawan meningkatkan kemampuan kepemimpinan wirausahawan :
Sekali wirausahawan telah mengambil keputusan, ambil tindakan secepat mungkin
Upaya-upaya wirausahawan dapat dilipat gandakan melalui bakat dan kemampuan staf wirausahawan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, wirausahawan harus mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan kemampuan ini dari orang-orang yang mampu disekitar wirausahawan dan menyokong serta percaya pada wirausahawan sebagai pemimpin.
Wirausahawan akan memperoleh kepercayaan pada kemampuan kepemimpinan wirausahawan, jika wirausahawan memusatkan perhatian pada upaya meningkatkan kekuatan-kekuatan wirausahawan. Jauhilah situasi dimana kelemahan-kelemahan wirausahawan akan tampak.


Seorang pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahan-kesalahan dan mengubah rencana-rencana. Wirausahawan haruslah sadar bahwa keadaan selalu berubah dan penyesuaian-penyesuaian haruslah dibuat sewaktu-waktu.
·      Tata Laksana
Tata laksana merupakan terjemahan dari kata Management artinya pengelolaan. Yang perlu dimengerti disini adalah manajemen bukan semata-mata konsumsi para manajer saja. Setiap orang perlu manajemen apapun status dan jabatan orang tersebut. Bahkan ibu rumah tanggapun perlu manajemen untuk mengelola uang dapur dan belanjaannya. Tata laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur. Gunanya jelas, yaitu untuk menghasilkan efektifitas dan efisiensi setiap pekerjaan, agar mendapatkan hasil yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya.
Berbeda dengan sikap mental dan kepemimpinan yang termasuk dalam klasifikasi nilai atau kualitas, maka manajemen merupakan pengetahuan yang bersifat praktis. Kalau sikap mental dan kepemimpinan berada di dalam jiwa, manajemen berada diluar mirip ketrampilan teknis.
Manajemen mempunyai arti yang amat luas. Kegunaannya juga sangat universal dan semua orang atau organisasi memerlukan manajemen. Banyak sekali kasus yang membuktikan bahwa bila manajemen terabaikan, maka sebuah organisasi akan menjadi kacau dan morat marit. Perusahaan tanpa manajemen yang baik, bisa dipastikan akan mengalami hambatan besar dalam perkembangannya. Oleh sebab itu, setiap orang yang ingin memulai usaha harus mewaspadai aspek tata laksana sedini mungkin. Mulailah kegiatan manajemen seketika pada saat perusahaan baru saja dimulai, sekecil apapun ukurannya.


·      Ketrampilan
Lapisan terluar dari struktur prioritas keWirausahaan adalah ketrampilan. Banyak pihak berpendapat, bahwa dengan berbekal penguasaan ketrampilan, seseorang akan bisa diharapkan menjadi seorang entrepreneur yang berhasil. Pendapat ini sebenarnya tidaklah terlalu salah, kalau dilihat banyak contoh yang membuktikan, misalnya seorang penjahit dengan ketrampilan yang dimiliki akhirnya bisa memiliki sebuah perusahaan pakaian jadi yang cukup besar.
Namun demikian, kalau wirausahawan mau meneliti lebih jauh, ternyata keberhasilan-keberhasilan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh ketrampilan semata, melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si pengusaha. Leadership yang bersangkutan yang menuntun dan membawanya ke jenjang sukses.
Ada tiga hal yang memungkinkan seseorang, baik trampil maupun tidak untuk bisa tampil sebagai tokoh yang sukses, atau orang yang berkecukupan yaitu :
Memanfaatkan ledership yang berasal dari diri sendiri.
Memanfaatkan ledership orang lain.
Faktor keberuntungan ( luck atau hoki )

Karakteristik Wirausahawan.
Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa Wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke sembilan belas, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata Wirausahawan adalah anak dari orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya. Schumpeter menulis bahwa Wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berada dari semua kelas.
Menurut Mc Clelland, karakteristik Wirausahawan adalah sebagai berikut:

·      Keinginan untuk berprestasi.
Penggerak psikologis utama yang memotivasi Wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi, yang biasanya diidentifikasikan sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Pencapaian tujuan merupakan tantangan bagi kompetisi individu.
·      Keinginan untuk bertanggung jawab.
Wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Akan tetapi mereka akan melakukannya secara berkelompok sepanjang mereka bisa secara pribadi mempengaruhi hasil-hasil.
·      Preferensi kepada resiko-resiko menengah.
Wirausahawan bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi, suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.
·      Persepsi pada kemungkinan berhasil.
Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kwalitas kepribadian Wirausahawan yang penting. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan menilainya. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut.
·      Rangsangan oleh umpan balik.
Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka.
·      Aktifitas enerjik.
Wirausahawan menunjukan enerji yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Mereka bersifat aktif dan mobil dan mempunyai proporsi waktu yang besar dalam mengerjakan tugas dengan cara baru. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan.
·      Orientasi ke masa depan.
Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan.

·      Ketrampilan dalam pengorganisasian.
Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam organisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Mereka sangat obyektif dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Mereka akan memilih yang ahli bukan teman agar pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien.
·      Sikap terhadap uang.
Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Mereka hanya memandang uang sebagai lambang kongkret dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian dari kompetensi mereka.
Potensi Kewirausahaan.
Karakteristik Wirausahawan sukses dengan semangat tinggi akan memberikan pedoman bagi analisa diri sendiri.
·      Kemampuan inovatif.
Inovasi memerlukan pencarian kesempatan baru. Hal tersebut berarti perbaikan barang dan jasa yang ada, menciptakan barang dan jasa baru, atau mengkombinasikan unsur-unsur produksi yang ada dengan cara baru dan lebih baik.
·      Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity).
Ini berarti kemampuan untuk berhubungan dengan hal yang tidak terstruktur dan tidak bisa diprediksi. Karakteristik ini berkaitan erat dengan proses inovatif.
·      Keinginan untuk berprestasi adalah tanda-tanda penting dari dorongan keWirausahaan.
Hal ini menandai para pemiliknya sebagai orang yang tidak mengenal menyerah di dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sendiri.
·      Kemampuan perencanaan realistis.
Menetapkan tujuan yang menantang dan bisa diterapkan adalah tanda dari perencanaan realistis. Tujuan ditetapkan sesuai dengan tujuan dari Wirausahawan.
·      Kepemimpinan terorientasi pada tujuan.
Wirausahawan membutuhkan aktivitas yang mempunyai tujuan. Semangat yang tinggi memotivasi mereka untuk mengarahkan tenaga mereka dan rekan kerja serta bawahan mereka ke arah tujuan yang ditetapkan.
·      Obyektivitas.
Wirausahawan obyektif di dalam mengarahkan pemikiran dan aktivitas keWirausahaannya dengan cara pragmatis. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, mempelajarinya dan menentukan arah tindakan dengan cara-cara praktis.
·      Tanggung jawab pribadi.
Wirausahawan memikul tanggung jawab pribadi, mereka menetapkan tujuan sendiri dan memutuskan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri.
·      Kemampuan beradaptasi.
Para Wirausahawan mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ketika Wirausahawan terhambat oleh kondisi yang berbeda dari apa yang mereka harapkan, mereka tidak menyerah, namun melihat situasi secara obyektif.
·      Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator.
Wirausahawan mempunyai kemampuan mengorganisasi dan administasi di dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan orang-orang berbakat untuk mencapai tujuan. Mereka menghargai kompetensi dan akan memilih para spesialis untuk mengerjakan tugas dengan efisien.

Rabu, 11 Maret 2015



Masyarakat Indonesia pasti sudah mengenal sosok Dahlan Iskan. Dia adalah menteri BUMN (Badan Usah Milik Negara) Indonesia dan juga seorang pengusaha yang sukses. Dalam mencapai kesusksesan itu, beliau menerapkan kiat-kiat khusus. Apa saja kiat sukses tersebut?

Berikut ini adalah kiat-kiat sukses dalam berbisnis ala Dahlan Iskan:

1. Mulailah Berbisnis Sejak Dini

Menurut Dahlan Iskan, usia 25 tahun adalah waktu yang paling tepat untuk mulai membangun sebuah usaha. Mengapa demikian? Karena ketika seoarng pengusaha jatuh dalam bisnis, dia masih punya banyak waktu untuk bangkit kembali. Selain itu, memiliki pengalaman dalam bisnis sejak dini akan membuat seseorang semakin kuat dan semakin matang.

Pada usia awal 30 tahun adalah waktu yang paling pas untuk memiliki kemapanan dalam bisnis. Pada usia ini, biasanya orang telah memiliki pengalaman tentang bisnis, pernah gagal, pernah ditipu, dan lain-lain, sehingga kepribadian dan penglaman bisnis orang tersebut sudah cukup matang.

2. Fokus Pada Satu Bidang Bisnis

Bagi para pemula (startup), fokus dan menekuni satu bidang bisnis sangat dianjurkan. Seseorang yang belum memiliki pengalaman yang cukup dalam banyak bidang bisnis akan lebih efektif bila dia fokus mengerjakan satu bidang bisnis saja. Bila bisnis tersebut sudah mencapai skala tertentu barulah mulai mencoba bidang bisnis yang lain.

3. Kerja Keras

Kerja keras adalah sebuah keharusan dalam membangun sebuah bisnis dan jangan terlalu memikirkan tentang banyak hal selain bekerja keras dengan sebaik-baiknya. Selain bekerja keras tentu saja harus memperhatikan kesehatan.

4. Berani Mengambil Resiko

Salah satu kiat yang disarankan oleh Dahlan Iskan adalah berani dalam mengambil keputusan walaupun beresiko. Tentu saja keputusan itu harus didasarkan perimbangan yang baik dari seorangn pebisnis. Seseorang yang takut mengambil resiko tidak akan dapat melihat perubahan yang baik dalam mengembangkan bisnisnya. Bisnis tanpa modal.


Sumber : http://www.pengusaha.co/thread-235-9-kiat-sukses-dalam-berbisnis-ala-dahlan-iskan.html


Chairul Tanjung. Seorang “anak singkong” atau anak sangat biasa sekali yang kemudian menjadi seorang konglomerat Indonesia bahkan namanya juga termasuk dalam jajaran seribu orangg terkaya dunia.

Siapa sebenarnya sosok Chairul Tanjung ini. Berikut akan dituturkan penulis Biografi Chairul Tanjung, seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana bisa menjadi Raja media dan memiliki konglomerasi yang begitu besar.

Biografi Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Orang tua Chairul Tanjung bernama A.G Tanjung (Ayah) yang berketurunan Batak sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi.

Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih, ayahnya adalah seorang wartawan di jaman Presiden Soekarno dan juga menerbitkan majalah lokal yang oplahnya lumayan. Namun kemudia saat era Soeharto, surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup.

Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang cukup luas yang didiami keluarganya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Chairul Tanjung bersama saudara dan orang tuanya harus pindah ke kamar losmen yang sangat sempit.

Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyamm pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya di Kedokteran gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Kuliah Sambil Berbisnis

Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.

Walau ia harus mmebagi waktu antara kuliah dan berbisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliah nya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana kedokteran dibelakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.

Chairul kemudian lebih memantabkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.

Membentuk Konglomerasi

Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.

Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti :
·         Bank Mega Tbk
·         Asuransi Umum Mega
·         Asuransi Jiwa Mega Life
·         Para Multifinance
·         Mega Capital Indonesia
·         Bank Mega Syariah
·         Mega Finance

Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.

Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
·         Para Bandung Propertindo
·         Para Bali Propertindo
·         Batam Indah Investindo
·         Mega Indah Propertindo
·         Bandung Supermall

Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
·         Trans TV
·         Trans 7
·         Maha Gaya Perdana
·         Trans Fashion
·         Trans Life Style
·         Trans Studio
·         Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan AntV

Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia dimana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.



Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.

Pendidikan Chairul Tanjung

•             SD Van Lith, Jakarta (1975)
•             SMP Van Lith, Jakarta (1978)
•             SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
•             Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
•             Executive IPPM (MBA; 1993)

Rahasia Sukes Bisnis Chairul Tanjung

Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkann diatas modal itu sendiri. Ketiak bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.

Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.

Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.

Itulah Biografi Chairul Tanjung. Untuk saat ini selain Abu Rizal Bakrie beliau adalah satu-satunya konglomerat yang asli dari darah pribumi Indonesia dan Muslim.




Dalam Pengelolaan keuangan dalam Bisnis, terdapat 5 langkah,,
silahkan perhatikan langkah-langkah berikut

Analisis

1.  Ada beberapa langkah atau syarat agar suatu perusahaan dapat mengelola keuangannya dengan baik, yaitu :
·         Peramalan kebutuhan keuangan jangka pendek dan jangka panjang
Peramalan jangka pendek menunjukkan peramalan dari pendapatan, biaya, dan pengeluaran dalam periode satu tahun. Bentuk dari peramalan jangka panjang adalah prediksi dari arus kas masuk dan arus kas keluar di masa yang akan datang.
·         Menyusun anggaran sesuai dengan peramalan yang dilakukan
Anggaran yang biasa disusun oleh perusahaan adalah anggaran operasi, anggaran modal, dan anggaran kas.
·         Menyusun kontrol terhadap keuangan
Kontrol keuangan akan menberikan feedback untuk mengungkapkan departemen dan orang mana yang menyimpang dari perencanaan keuangan

2. Fungsi Manajemen Keuangan :
v  Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
v  Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
v  Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
v  Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
v  Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
v  Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
v  Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.


Tugas Manejemen Keuangan
Ø  Mendapatkan Dana Perusahaan
Ø  Menggunakan Dana Perusahaan
Ø  Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
Ø  Mengelola pajak
Ø  Memberi saran kepada Top Management dalam hal keuangan

Yang bertanggung jawab dalam pengelolaan manajemen keuangan adalah manajer keuangan dan manajemen treasury

33.  Suatu perusahaan harus menyusun atau merencanakan kebutuhan keuangan agar dapat meramalkan seberapa besar anggaran yang diperlukan untuk kebutuhan suatu perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan menyusun laporan keuangan, seorang manajer dapat mengetahui serta mengontrol keuangan suatu perusahaan.

Perusahaan Besar
Perusahaan kecil
Perencanaan
Jangka pendek dan jangka panjang
Jangka pendek
Penganggaran
Anggaran operasi, modal, kas, master budget sudah jelas dan terstruktur dengan baik.
Anggaran dana dalam jumlah besar
Anggaran operasi, modal, kas, master budget belum terlalu jelas dan belum terstruktur dengan baik.
Anggaran dana dalam jumlah relatif kecil
Pendanaan
Investasi berupa saham penanaman modal.
Peminjaman modal dalam skala besar
Peminjaman modal relatif kecil, jarang ada investasi dan penanaman modal
Kontrol Dana
Manajer Keuangan
Pemilik perusahaan
Audit
Audit internal dan eksternal
Audit internal dari pemilik
Pengelolaan Pajak
Ada anggaran pajak dalam skala besar oleh manager keuangan
Ada anggaran pajak dalam skala kecil oleh pemilik sendiri

]






















5.Manajemen keuangan yang baik diharapkan dapat memaksimumkan nilai perusahaan, memaksimalkan laba, dan memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham (tercermin dalam situasi harga saham di bursa efek). Olaeh karena itu, perencanaan keuangan sangat penting bagi suatu perusahaan baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar.